Mittwoch, 18. Juli 2012

Hidup di Jerman: Membuang Sampah ala orang Jerman


Setelah beberapa tahun tinggal di Jerman, sepertinya saya perlu menceritakan beberapa perbedaan yang mungkin menarik dan tentunya tidak dapat di temukan di Indonesia.

Tinggal di Jerman itu memang perlu banyak penyesuaian, salah satunya adalah cara membuang sampah kita. Berbeda dengan di Indonesia, di Jerman sampah harus disortir berdasarkan jenis - jenis sampahnya. Dulu inget banget, ketika saya pertama kali datang ke Jerman saya sempat kebingungan dengan tong tong sampah yang berwarna warni di Jerman. Karena ketika di Indonesia kita hanya terbiasa membuang sampah dalam satu tempat, tanpa menyortir terlebih dahulu. Well udah mudah seperti itu aja banyak ya yang masih buang sampah sembarang :D 

Okey, sekarang saya mau kasih unjuk tong tong sampah  di Jerman yang berwarna warni itu seperti apa sih.


Ini yang ada biasa terdapa di rumah - rumah


Tong sampah yang biasa ditemukan di jalan atau di stasiun kereta api. 

Nah dari gambar pertama bisa di liat ada yang bewarna coklat, hitam dan kuning dan juga hitam dengan tutup berwarna biru. Iya jadi total tempat sampah di setiap rumah di Jerman berjumlah empat! Berikut penjelasannya

1. Coklat ( Bio ), yaitu sampah organik seperti daun, buah dan segala bahan yang bisa membusuk (terkecuali makanan sisa rumahan tidak boleh dibuang disini ) Tujuannya adalah sampah ini nantinya akan digunakan tentu saja untuk pupuk

2. Hitam (Restmüll atau Sampah sisa ), nah kamu boleh membuang apa saja disini. I said APA saja ya! ya sayangnya tidak bisa membuang sampah masyarakat. kekkeke*kidding*  Nah untuk yang ini kasusnya sama dengan sampah di Indonesia. Namun untuk barang elektronik tidak dianjurkan dibuang di tempat sampah ini.

3. Kuning ( Verpackung atau Kaleng ), untuk tempat sampah ini kamu hanya bisa membuang sampah dengan bentuk kardus makanan, atau kaleng dari produk makanan awetan atau segala jenis produk yang menggunakan bungkus jadi plastik dan co jugaa diperbolehkan masuk kesini.

4. Biru ( Papier atau Kertas ) nah ini udah tau dong untuk apa. Dari namanya saja udah jelas kan, iya tempat sampah ini hanya untuk kertas kertas, segala jenis seperti kertas surat, amplop. 


Gimana cukup ribet ya keliatannya? Awalnya saya juga berpikir seperti itu. Tapi ternyata dengan memberlakukan penyortiran sampah seperti ini. Penanggulan sampah di Jerman dapat terorganisisr dengan baik, dan bisa di daur ulang yang nantinya akan dipergunakan kembali. Nah selain tong sampah seperti ini tentunya adalagi yang lebih menarik yaitu sampah gelas. Yup, sampah gelas mempunya tempat pembuangannya sendiri! Kira kira seperti ini. 



Masing masing warna gelas mempunya tempatnya sendiri. Umumnya tersortir menjadi tiga warna, yaitu putih, hijau dan coklat. Selain untuk Gelas, masih ada lagi tempat sampah untuk Baterai. Yup di Jerman, baterai itu termasuk kedalam sampah berbahaya karena kandungan logam serta cairan kimia yang terdapat didalamnya. Selain itu baterai dapat didaur ulang. 


Tempat sampah baterai

Dari macam macam tempat sampah ini, saya rasa mungkin untuk penerapan di Indonesia butuh waktu yang cukup lama untuk memberikan penyuluhan kepada warga negara Indonesia untuk membuang sampah pada tempatnya, kalau tempatnya banyak seperti ini. kekeke *kidding* 





Keine Kommentare:

Kommentar veröffentlichen